Kenali Ciri-ciri Preeklampsia Agar Bisa Diatasi dengan Baik - Sehat Media


 Preeklampsia merupakan sebuah kondisi di mana seorang ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi disertai dengan tingginya kadar protein dalam urine. Biasanya ini terjadi pada usia kehamilan yang memasuki minggu ke-20 dan lebih sering terjadi pada usia kehamilan ke-24 hinga 26 minggu. Kondisi ini bisa berlangsung hingga bayi lahir. Bahayanya, terkadang ibu hamil tidak menyadari bahwa ia tengah mengalaminya padahal jika diabaikan, preeklamsia bisa berubah menjadi Eklampsia yang bisa menyebabkan terjadi kejang hingga mengalami koma.
Ibu hamil manapun bisa mengalami preeklampsia, termasuk ia yang tidak memiliki sejarah hipertensi. Tingkat kematian yang disebabkan oleh preeklampsia juga cukup tinggi, karena itu sebaiknya setiap ibu hamil bisa menjaga kesehatannya selama masa kehamilan. Atau setidaknya melengkapi pengetahuannya, seperti gejala, risiko hingga penanganannya. Berikut ini adalah beberapa ciri bahwa preeklampsia menyerang ibu hamil, kenali yuk!
Jika tiba-tiba ibu hamil mengalami perningkatan berat badan dalam 1 hingga dua hari disertai dengan pembengkakan pada bagian kaki, tangan dan juga wajah, dan muncul rasa mual dan muntah maka itu adalah salah satu ciri-ciri preeklampsia. 
Ada lagi kondisi yang harus dikenali, yaitu terasa sakit pada perut bagian atas, kemudian sakit kepala yang berlebihan, penglihatan yang tiba-tiba kabur juga berkurangnya jumlah urine disertai dengan timbulnya rasa sesak. Jika sudah mengalami hal tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Karena biasanya dokter juga akan membantu ibu hamil untuk mengecek tekanan darahnya hingga melakukan tes pada urin, untuk mengetahui apakah terdapat protein pada urin atau tidak.
Ciri-ciri preeklampsia tersebut baiknya dikenali oleh ibu hamilnya itu sendiri dibantu pasangannya karena preeklampsia tidak saja membahayakan ibunya tapi juga janin yang berada di dalam kandungan. Di mana janin biasanya akan mengalami pertumbuhan yang melambat, kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen bahkan bisa menyebabkan kematian janin. Maka tidak jarang, dokter akan menyarankan ibu hamil untuk segara melahirkan bayinya secara caesar terutama jika janin sudah berada pada usia 37 minggu.
Kemudian siapa sajakah yang bisa terserang preeklampsia? Ia adalah ibu hamil yang pernah memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya. Ibu hamil pada usia di atas 35 tahun bahkan ibu hamil yang usianya kurang dari 18 tahun, juga Ibu hamil dengan riwayat kesehatan lain seperti penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, lupus atau diabetes mellitus. Maka sudah wajib menjadi catatan dan  mewaspadai kemungkinan terserangnya preeklampsia.
Tidak hanya itu, ternyata ciri-ciri preeklampsia menyerang, bisa didapati juga pada ibu yang hamil untuk pertamakalinya. Begitu juga dengan ibu yang obesitas, hamil anak kembar hingga ibu yang memiliki jeda kehamilan yang cukup panjang dari satu anak ke anak lainnya. Risiko lainnya adalah, faktor genetik yang kerap tidak bisa dihindari, kemudian gangguan autoimun bahkan diet yang tidak tepat.
Ibu hamil yang kekurangan kalsium juga akan disarankan untuk mengonsumsi kalsium, baik itu suplemen atau bukan. Tentunya agar terhindar dan mencegah preeklampsia. Pastikan sebelumnya ibu hamil melakukan konsultasi agar tidak asal minum suplemen. Karena pada dasarnya ibu hamil tidak diperbolehkan minum obat juga suplemen secara berlebihan.
Dan jika ibu hamil sudah memahami ciri-ciri preeklampsia tersebut, sebaiknya melakukan beberapa hal berikut agar preeklamsia tidak menjadi semakin parah. Istirahat total adalah saran pertama yang bisa dilakukan di rumah atau di rumah sakit. Kurangi mengonsumsi garam dan lebih banyak minum air mineral. Periksakan kehamilan secara rutin dan cari tahu lebih banyak lagi tentang kondisi kehamilan pada dokter.
Itulah ciri-ciri preeklampsia, baik dari gejala kemudian bisa menyerang siapa saja hingga penanganannya. Sebaiknya setiap ibu hamil memahami hal tersebut agar bisa berjaga-jaga. Selamat menikmati masa kehamilan!


Show EmoticonHide Emoticon