Beberapa faktor yang dapat menyebabkan stroke di usia muda - Sehat Media


Sehat media - masih merupakan hal yang menakutkan bagi banyak orang.  Stroke biasanya terjadi secara tiba-tiba.  Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menyatakan bahwa faktor gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko jenis stroke paling umum hingga 80 persen.  Lalu apa penyebab stroke?

  1. Kebanyakan duduk
Bagi Anda yang duduk di depan komputer setiap hari mungkin tidak menyangka kebiasaan itu bisa memicu stroke.  Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Agustus 2013 di penerbitan kesehatan Harvard oleh Harvard Medical School, menyatakan bahwa terlalu banyak duduk dapat meningkatkan serangan jantung dan risiko stroke, bahkan ketika kita berolahraga secara teratur.

  2. Tidak mempertahankan berat badan ideal

  Diet yang sering dan kuantitasnya tidak terkontrol dapat menyebabkan penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh atau obesitas.  Akumulasi lemak pada orang gemuk dapat menyebar dan menyumbat pembuluh darah.  Penyumbatan dapat terjadi di jantung dan otak, menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

3. Merokok

  Mungkin bahaya yang paling ditakuti bagi masyarakat dari merokok adalah kerusakan / kanker paru-paru.  Namun pada kenyataannya itu hanyalah awal dari efek berbahaya dari merokok pada tubuh.  Merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, merusak pembuluh darah dan akhirnya meningkatkan risiko pembekuan darah dan stroke.

  4. Konsumsi makanan kolesterol tinggi

Makanan berminyak atau santan memang rasanya enak, tetapi Anda juga harus memahami risiko di balik mengonsumsi makanan ini.  Terlalu banyak kolesterol makanan dapat menumpuk di arteri sampai akhirnya bisa membentuk plak.  Jika demikian, maka ada kemungkinan penyempitan dan penyumbatan yang tinggi yang sering dikaitkan dengan serangan jantung dan stroke.

  5. Mengkonsumsi alkohol

  Minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke.  Hasil penelitian dari Karolinska Institute, Swedia, dan Universitas Cambridge, Inggris, mengungkapkan bahwa peminum dengan berat 1,6 kali berisiko terkena stroke iskemik dan 1,8 kali berisiko terkena stroke hemoragik.

  6. Kurang olahraga

Aktivitas fisik mengurangi risiko stroke secara signifikan ketika dipasangkan dengan faktor gaya hidup positif lainnya.  Olahraga baik untuk jantung, aliran darah, dan otak.  Ketika kita tidak cukup berolahraga, kemungkinan akan ada kenaikan berat badan karena diet yang tidak sehat.  Yang mana situasinya akan mengundang risiko stroke.

  7. Kurang tidur

  Memang terlihat sepele, tetapi kurang tidur ini bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan mengancam kesehatan.  Tidur adalah satu-satunya cara untuk beristirahat paling efektif untuk memulihkan energi tubuh.  Dan jika Anda kurang tidur, proses metabolisme Anda di tubuh Anda akan kacau.

  8. Tidak bisa mengelola stres dengan baik

Menurut sebuah penelitian dari Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat, yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, stres memiliki hubungan langsung dengan terjadinya stroke dan penyakit jantung.  Banyak pemikiran juga ternyata menjadi pemicu penyakit berbahaya, kawan.

  Apa yang kamu pikirkan?


Show EmoticonHide Emoticon